Arah
ini kenapa setiap hari apa yang di pikiran sama perasaan itu kaya warna aja, gradasi, nyampur, macam macam. Gak bisa nentuin warna mana yang harus dipilih. Malah cuma ngikutin alur alur aja kayak nirmana. Malah lebih sering menyerupai warna hijau, padahal aku biru. Lebih sering ingin putih ternyata jadi merah. Sering aku mengikuti logika menjadi tidak baik karena perasaan itu lebih mengubah.
berisik !
terbit aku dalam geriliyanya
ego menjadikan manja orang yang sedang menghadap ke bumi
membentuk kutukan berisik setiap hari
rumit telingaku hingga berdenging
aku tetap mengikat tali sepatu
memutar tabung
membanting pintu
berjalan lurus
melihat dinding
meraut pensil
kemudian semua seperti berjalan terbalik di eskalator
hingga bosan dan membiarkannya turun
annenurulaini - 24022012
berbagi apapun boleh :)
Ini teman,
suatu malam tiba tiba temanku menelfon sambil menangis, tak berkata apa apa. aku juga, sambil update twit don’t be afraid, I don’t know what should I give
Temanku datang untuk mencurahkan perasaannya, tapi maaf, aku hanya menyediakan kupingku untuk mendengarkanmu dan tak bisa ambil andil besar. padahal aku selalu mencekal pendapatmu yang tidak searah. Aku selalu memfonis mu ketika dalam posisi salah. Aku tak pernah menemukan solusi dan hanya bisa berkata untuk ikhlas dan tidak membalas orang jahat itu. Sama halnya dengan 2 temanku yang lainnya, ketika aku bercerita pada mereka.
Aku sadar ketika temanku yang satu ini hanya mau berbagi kesedihannya. Sementara ketika kita sedang bermain bersama ia malah sibuk dengan dunianya. okey, aku terima ketika ia meminta maaf karena telah egois, setelah mencurahkan perasaanya. aku hanya meminta ia untuk tidak mengulangnya lagi.
teman, aku belum mengerti apa hubungan ini. Aku harap kamu tidak baca tulisan ku. Iya benar kau berkata ini bukan masalah untung dan rugi. Semuanya memang seperti yang mengalir begitu saja tanpa ada yang mau membahasnya. Bahkan ketika kita saling menghina itu hanya angin yang sekelibat saja akan hilang dan kembali seperti semula. Mungkin satu saja yang aku tau, teman bukan orang yang harus selalu meng- iya kan semua yang dikatakan, bukan yang harus selalu mendukung ketika perbuatannya salah. Saat ini aku memang tidak keberatan kau membagi kesedihan kepadaku, aku senang dapat menjadi bagian dari masalah itu, karena aku teman mu.

